kemarilah kasih
aku bersamamu sudah terlanjur lama
berhentilah dan bersandarlah dipundaku
bacalah hati ini
bisakah kau mengerti?
egomu kini membuat aku menirukan tertawa
aku senang
egomu pun senang
Tampilkan postingan dengan label PUITISNYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUITISNYA. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 11 Mei 2013
hujan cepatlah berhenti, aku lelah
air datang
semua kenangan berualng
waktu bersamanya kini terjadi lagi
meski hanya dalam mimpi
janganlah tangis ini merintih lagi
cukup sudah
kita bukan bersama
cinta berkarat
semu hangatnya dirimu,
kubuat nyata dalam pikiranku
ucapanmu yang merendahkanku,
kuanggap rayuan di tidurku
perserikatan mu dengan pria lain,
kuanggap itu dusta semata
bodoh sebodohnya aku yang bertahan
bertahan dengan cinta semu
tak perlu Mama
jika malam tiba
ia menjadi alarm ku untuk shalat
begitu juga subuh
shalat
shalat
shalat
ia menyebutkanya setiap lima
aku tak menggubrisnya
hanya diam melanjutkan pekerjaan
entah kenapa tergugahlah hati ini
dengan damainya ia tetap setia mengalarm setiap lima
aku tak bukan bocah lagi mama
aku dewasa cukup sudah
ternyata bersama
tiap hari dia selalu kuingin bermimpikanya
tuhan berkata beda
dia kini tak hanya kuharap mimpi
bersama dia kini kumenjalin kasih
wanitaku, sesqiku
namanya indah
aneh juga naamanya
suaranya khas
kutahu dia berkata itu dia
tuhan berkata beda
dia kini tak hanya kuharap mimpi
bersama dia kini kumenjalin kasih
wanitaku, sesqiku
namanya indah
aneh juga naamanya
suaranya khas
kutahu dia berkata itu dia
kamu ya kamu
menghilang sudah ucapan biasa yang keluar
aku tak tau hilang kemana
bersama dulu selalu terucap
bingung
selalu bingung
apapun itu kata bingung selalu dipikiran
hangatnya tangan cinta
lihat kamu begitu indah
kamu begitu bening
memancarkan sinar kecantikan
kamu membuat aku damai bila bersamamu
tapi kamu berkata gombalnya
susah berkata
apakah ini besarnya cintamu
kamu begitu bening
memancarkan sinar kecantikan
kamu membuat aku damai bila bersamamu
tapi kamu berkata gombalnya
susah berkata
apakah ini besarnya cintamu
Kamu ga kamu
wajah itu dulu sama
kini berbeda seperti yang dulu sama
tiap disapa hanya ada dusta berkata
bermalam malam menanti kamu yang sama , tapi
tak bisa juga hati berkata itu kamu yang sama
kalo ada salah bersarang di aku,
katakanlah apa mau kamu
kini berbeda seperti yang dulu sama
tiap disapa hanya ada dusta berkata
bermalam malam menanti kamu yang sama , tapi
tak bisa juga hati berkata itu kamu yang sama
kalo ada salah bersarang di aku,
katakanlah apa mau kamu
Langganan:
Postingan (Atom)